Selasa, 10 April 2012

[FF] Just Wanna You Know

Pengantar: Halooo saya Riri, dan saya pemilik blog ini *ditimpukin* Ehm ehm serius.... jadi begini, FF satu ini merupakan FF dari teman saya, yeoja kece yang gila korea seperti saya *ditimpukin lagi*. ehm ehm. FF ini murni hanya saya copas dari flashdisk beliau(?) dan samasekali tidak saya edit lagi. Sekian, Wassalam. Selamat membaca^^
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. Author : Lulu
2. Title : Just Wanna You Know
3. Category : Romance
4. Cast : - Shin Chantae
 - Yang Yoseob
 - Kim Myungsoo


Annyeoooooonngggg! Ini pertama kalinya saya ngepost ff saya diblog, sebelumnya emang udah pernah bikin ff, tapi belum berani di post soalnya takut gakseru-_- wekaweka, maaf ya mungkin ff yang ini sinetron banget-_- maklumin, authornya aja, saya, orangnya itu tijel giting pula-_- siplah. Selamat membaca~ Hope you enjoy it~^^
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seoul at morning.
Brukk… Chantae jatuh dari tempat tidurnya. “Aaaaawww!!! Sakit sekali!! Huh, mmm… jam berapa ini? Waaaaaaa aku terlambaaaaaat!”
Chantae bergegas mandi dan langsung memakai baju seragam sekolahnya lalu berangkat ke sekolah untuk mengambil hasil ujian semesternya tanpa sarapan terlebih dahulu.
“Eommaaaaaaa, aku berangkaaaaaaat,” teriak Chantae.
“Tidak sarapan dulu?” Tanya eomma Chantae.
“Tidak, aku sangat terburu-buru, annyeong eommaaaaaaa.”
Seoul Street, 09:00 AM.
Duk… “Ahhh” Chantae bertabrakan bahu dengan orang asing yang membuat waktunya terbuang begitu saja. Dompetnya jatuh, mereka tak sadar bahwa mereka mengambil dompet yang salah.
“Mianhae! Aku sedang terburu-buru!” ujar orang asing itu.
“Ahh! Kau tidak punya mata ya? Huh” Chantae langsung pergi tanpa memikirkannya.
“Hey! Dompetmu terjatuh!” teriak orang asing itu namun Chantae sudah menghilang dari pandangannya. “Apa-apaan orang itu. Siapa namanya…” kata orang asing itu sambil melihat kartu pelajar Chantae. “Ah, Chantae. Nama aneh.”
ByungMoon High School, 09:30 AM.
Sesampainya disekolah, Myungsoo memanggil Chantae. Myungsoo adalah sahabat Chantae sejak pertama kali masuk SMP.
“Chantae! Kau lama sekali! Cepat ke ruang guru Raemi, sudah ditunggu.”
“Ah, Myungsoo. Aku kesiangan lagi”
“Kau ini! Hahahahahaha”
“Hey! Kau malah menertawakanku, huh, baiklah aku keruang guru dulu, gomapta Myungsoo!^^”
Chantae masuk ke ruangan guru dengan takut. “Permisi guru, maaf saya terlambat lagi” sambil tersenyum kecil Chantae dipersilahkan masuk oleh wali kelas nya yaitu guru Raemi.
“Kau ini Chantae! Cobalah untuk lebih disiplin! Tapi tidak apa, kali ini ibu memaafkanmu, karena nilai ujian semestermu sekarang baik, namun kau masih sedikit lemah di pelajaran matematika, tetapi saya berharap kamu bisa lebih meningkatkan lagi usahamu itu, saya bangga padamu.”
“Ah benarkah guru? Ah, terimakasih guru! Terimakasih!”
Chantae melihat Myungsoo menunggunya didepan ruang guru dan Chantae ingin mengerjai Myungsoo. Raut muka Chantae menjadi sangat sedih dan kecewa, dan tampaknya Myungsoo sudah mulai tampak sedih. Hahaha, tak tik nya berhasil.
“Bagaimana Chantae? Tidak buruk kan? Iya kan? Katakan padaku?” Tanya Myungsoo penasaran.
Chantae langsung tersenyum lebar. “Hahaha, lucu sekali! Kau sudah seperti orang bodoh saat kau menatapku tadi, hahahaha!”
“Hey! Kenapa kau malah menertawakanku?”
“Hahahaha, aku berhasil mendapatkan nilai baik!! Gomawoyooo kau telah menjadi guru terbaikku” Chantae tersenyum bahagia kearah Myungsoo.
 Namun raut muka Myungsoo seketika berubah menjadi tampak kesakitan tapi sepertinya dia menyembunyikannya. “Ah! Chantae, chukka! Biasalah, kau kan sahabat terbaikku,” jawab Myungsoo yang tersenyum menahan sakit.
“Kenapa kau?” Tanya Chantae.
“Eo……gwaenchana, aku ke toilet dulu ya,” kata Myungsoo yang sekarang benar-benar sedang menahan sakit.
*MYUNGSOO POV*
“AH!! Sial! Kenapa harus di saat seperti ini? Kenapa aku tidak bisa bersenang-senang hanya untuk sebentar saja. Aku hanya ingin melihat Chantae tertawa, tersenyum, bahagia.” Kata Myungsoo.
“Aku memang mengidap kanker sejak setahun lalu. Tapi aku selalu berusaha membuat Chantae tersenyum dan tertawa walaupun aku merasakan sakit. Aku akan menahan sakitku ini demi Chantae. Aku menyukainya……ya, sangat menyukainya, walaupun dia hanya menganggapku sahabat sejak dahulu. Aku akan tetap menyukainya sampai aku sudah tidak berumur lagi….”
*MYUNGSOO POV END*
Seoul Street, 12:00 PM.
“Huh, panas sekali. Wah! Ada Baskin robin disana, aku mau beli deh,” Chantae melihat dompetnya dan ia reflek untuk teriak.”WAAAAAA!!!!!!!! DOMPETKU HILAAAAAAANG!!!!!!!” dan seketika itu semua orang menengok kepadanya. “Pasti orang asing itu! Awas saja kalau ketemu lagi! Siapa namanya, (Chantae melihat kartu pelajarnya) oh Yang Yoseob, huh nama yang sangat aneh sesuai dengan orangnya yang memang sangat aneh! Aku akan meminjam uangnya dahulu untuk beli br.”
“Sepertinya orang asing itu pelajar dari Seoul International High School, sepertinya dia pintar, tapi aneh! Mukanya aneh!” Pikir Chantae tentang Yoseob.
Chantae berjalan-jalan memutari kawasan Seoul Street lalu pulang.
Yoseob’s Home, 07:00 AM.
Yoseob memerhatikan dompet Chantae yang berwarna pink. Chantae adalah orang yang ditabraknya tadi pagi. Dan dompet mereka tertukar.
“Chantae……manis, dia sangat manis, apa disini ada nomor telepon nya. Akan kucari!” kata Yoseob tidak sadar bahwa Chantae adalah orang asing yang tadi pagi ia tabrak. “Ah! Ada!”
*CHANTAE POV*
O-o-o-o-over love, love is pain, pain~ seketika ponselku bordering. Ada telepon masuk, dari siapa ini.
On the phone.
“Yoboseyo. Nuguseyo?”
“Yoseob. Yang Yoseob imnida.”
“Ah kau! Kembalikan dompetku!”
“Hey! Dompetku juga kau yang pegang kan? Lagipula, kau dimana dan aku dimana.”
“Iyasih. Tapi…ah! Cepat kembalikan dompetku!”
“Aku akan mengembalikan dompetmu.”
“Jinjja? Kapan?”
“Suatu saat nanti jika kita bertemu kembali. Hahahahaha!”
“YA! Kau ini!”
Tiba-tiba terdengar suara yang memanggilku dari lantai bawah. “Chantaeeeeee.”
Eomma.
Otp again~
“Hey! Tunggu ya! Eommaku memanggilku. Sudah ya! Annyeong! Sampai bertemu suatu saat nanti.”
“Hey! Hey! Ah baiklah.”
Chantae’s Home, ruang keluarga.
“Iyaaa eomma ada apa?”
“Eomma, appamu, dan orang tua Myungsoo sepakat untuk memindahkanmu dan Myungsoo ke Seoul International High School, karena kami ingin melihat usahamu lebih dalam, dan mengharapkan yang lebih baik jika kalian bersekolah disana.”
“MWO??? Seoul International High School??? ”
“Iya. Kami akan mengurusnya besok, mengingat kamu sudah memasuki tahun terakhir di SMA dan akan melanjutkan lagi ke Universitas.”
“…” aku hanya bisa terdiam kaku. Oke aku akan menerimanya selama ada Myungsoo disampingku.
Aku menaiki tangga ke lantai atas dan masuk kekamarku. Aku menatap langit-langit dan tiba-tiba memikirkan sesuatu. Yang Yoseob. Aku akan satu sekolah dengan orang asing yang menabrakku, mengambil dompetku, dan sembarangan menelponku. Apa yang akan terjadi nanti. Jelasnya, aku ingin dompetku kembali. Dan aku akan segera mendapatkannya kembali.
*CHANTAE POV END*

Beberapa hari kemudian. Hari pertama Chantae dan Myungsoo disekolah barunya.
“Hey! Chantae!” terdengar suara seseorang yang sepertinya ia kenal.
“Bagaimana kau mengetahui namaku?” Tanya Chantae belum berbalik.
“Hahahaha. Menurutmu bagaimana?” Tanya orang itu kembali. Yoseob.
“YANG YOSEOB!” seketika Chantae berbalik dan berteriak, “Kembalikan dompetkuuuuuuuu!!!!!”
“Hey! Kau ini! Baru bertemu langsung menanyakan dompet.”
“Ah aku tidak mau tahu! Cepat kembalikan dompetku!”
“Kau boleh ambil jika kau bisa,” Yoseob tersenyum jahil dan langsung berlari.
Chantae mengejar Yoseob, dan sekarang mereka bermain kejar-kejaran(?) *mkkbbatdah-_-* Chantae menarik baju Yoseob dan dengan tidak sengaja mereka terjatuh dengan keadaan……Chantae yang menindih Yoseob…*jengjeng**bukannc* mereka berhadapan, dan saling menatap penuh arti(?) di kali kedua mereka bertemu. Yoseob tahu bahwa Chantae sedang berdebar-debar sekarang. Chantae bangun dan langsung meminta dompetnya kembali. “Hey! Mana dompetku?”
“Kasih atau tidak yaaaaa… aku akan memberikannya kalau kau ikut aku sekarang.”
“Huh, terserah! Asalkan dompetku kembali.”
“Kau kelas berapa? Kau baru kan?”
“Iya, aku dikelas 12-1 dan temanku dikelas 12-3.”
“Wah bersama temanmu juga. 12-1 ya? Ayo ikut aku!” Yoseob menarik tangan Chantae pergi kekelas. “Kelas 12-1. Kita akan menjadi teman sekelas.”
“Mwo? Sekelas denganmu?” Chantae terkaget dan tidak menyangka akan sekelas dengan orang asing yang benar-benar sudah terlihat dekat dengannya.
“Iya,” jawab Yoseob senang.
Yoseob merebut tas Chantae dari tangan Chantae dan menaruhnya tepat disamping bangkunya. Itu menujukkan bahwa Chantae akan duduk bersama dengan Yoseob.
“Ah! Chantae-yaaaa!” terdengar suara Myungsoo yang memanggil Chantae dari belakang.
“Myungsoo, ini kelasku,” jawab Chantae tersenyum. Tiba-tiba Yoseob menghampiri mereka berdua dan bertanya kepada Chantae, “ini temanmu?”
“Iya, ini Myungsoo,” jawab Chantae.
“Ah, annyeong, Yang Yoseob imnida,” Yoseob mengenalkan dirinya kepada Myungsoo dengan senyum terpaksa.
Myungsoo menatapnya tidak suka. “bangapseumnida,” jawab Myungsoo datar. “Aku kekelas dulu ya, annyeong.”
Yoseob menatapnya angkuh, sepertinya dia tidak suka keberadaan Myungsoo disini. “Hey Chantae.”
“Ah ne, waeyo?”
“Gwaenchana.”
Kriiiiing kriiiiing… bel berbunyi tanda sekolah hari ini sudah berakhir. Yoseob menoleh kearah Chantae dan bertanya, “mau aku antar pulang tidak?”
“Tidak usah, aku pulang bersama Myungsoo saja,” jawab Chantae seolah ia menolak ajakan Yoseob. Sebenarnya ia ingin, namun ia harus menemani Myungsoo.
“Ah, yasudah kalau begitu,” kata Yoseob pasrah.
Seoul Street.
Yoseob mengintai Chantae dan Myungsoo yang sedang berjalan bersama pulang kerumah. Tampak Yoseob tidak menyukai Myungsoo yang dekat dengan Chantae. Apalagi setelah kejadian tadi saat Chantae berdebar-debar didekat Yoseob. Ia makin tertarik kepada gadis itu dan mulai ingin mendekatinya.
Chantae dan Myungsoo mulai berbeda arah, Chantae terlihat akan menyebrang sedangkan Myungsoo sudah berjalan lurus. Saat lampu lalulintas menunjukkan waktu untuk menyebrang, Chantae menyebrang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berjalan tanpa arah melaju kencang sepertinya orang yang mengendarai mobil itu mabuk. Dari belakang terdengar teriakan orang asing itu lagi, “AWAS CHANTAE!!!!!” Yoseob langsung berlari kearahnya dan menariknya ke sebrang jalan (sinetron banget pemirsa-_-). “Gwaenchana?” Tanya Yoseob.
Chantae hanya menangis ketakutan dan memeluk Yoseob. “Tenanglah, aku akan mengantarmu pulang,” hibur Yoseob dan menghapus air mata Chantae di pipi.
“Gomawo,” ucap Chantae dijalan.
Yoseob menoleh dan menatapnya, “ah, cheonmayo” jawab Yoseob tersenyum. “Berhati-hatilah, aku akan menjagamu selagi aku bersamamu, jadi kau tidak akan ada diposisi seperti tadi,” ujar Yoseob berharap Chantae mengerti apa yang dia maksud.
Chantae hanya diam dan sebenarnya terkejut apa yang diucapkan Yoseob tadi. Tapi tidak terasa sekarang sudah didepan rumahnya dan Chantae mengucapkan terimakasih sekali lagi kepada Yoseob lalu masuk kedalam rumah.
“Haha, gadis yang sangat manis,” pikir Yoseob.
Chantae’s Home, kamar Chantae.
Chantae terus terbayang-bayang dengan ucapan Yoseob tadi, “aku akan menjagamu selagi aku bersamamu”. Chantae tersenyum mengingat senyuman Yoseob dan betapa kerennya saat Yoseob menyelamatkannya tadi.

*beberapa bulan kemudian*
Chantae terlihat sangat dekat dengan Yoseob sekarang. Namun Myungsoo terlihat sedih karena melihat Chantae dengan Yoseob dan karena-dia-akan-melakukan-kemo terapi mulai besok mengingat kanker paru-paru nya yang semakin parah.
“Chantae,” panggil Myungsoo.
“Ne, wae?”
“Aku akan menjalankan kemo terapi mulai besok.”
“Mwo? Kemo? K-kemo terapi?” Tanya Chantae kaget.
“Iya, dan aku berharap tubuhku tak akan menolak obat kimia nya nanti, karena itu sangat berpengaruh terhadap keselamatanku.”
Chantae menitikkan air mata seolah ia tak ingin Myungsoo pergi. Myungsoo menghapus air matanya dan Chantae pun memeluknya. “Aku akan selalu berada dihatimu, jadi kau tidak perlu takut jika suatu saat nanti tubuhku menolak dan aku pergi, karena aku tidak akan jauh darimu. Dan aku ingin kelak kau bahagia tanpaku,” kata Myungsoo tersenyum dan mencium kening Chantae.
Dikelas Chantae hanya merenung tanpa ekspresi. Yoseob menegurnya dan seketika lamunan itu terhenti, “Hey. Ada apa denganmu? Sejak tadi kau terus saja melamun.”
“Ah tidak apa, hehe” bantah Chantae namun tidak jujur.
“Ah kau ini, baiklah.”
*beberapa minggu kemudian*
“Chantae…” panggil Yoseob.
“Ne, mworago?”
“Aku ingin member tahumu sesuatu.”
“Apa?”
“Aku…menyukaimu.”
“Mwo?”
“Nan neol joha. Johahaeyo.”
“A-aku……”
Tak sempat Chantae berbicara, tiba-tiba ponselnya bordering, dari ibunya Myungsoo. “Ah, mianhae Yoseob aku angkat dulu ya.”
“Gwaenchanayo,” jawab Yoseob.
On the phone.
“Ne, yoboseyo………… MWO?? Ne. Aku akan segera kesana.”
-Otp end-
“Waeyo?” Tanya Yoseob.
“Myungsoo….koma, dan sedang dirawat dirumahsakit. Ayo cepat kita kesana!” jawab Chantae panik dan membuat Yoseob semakin penasaran akan jawaban yang tadi, apakah Chantae akan menerimanya…(jengjeng pemirsa, kita lanjutkan ke episode berikutnya-_-).
Seoul International Hospital
“Myungsoo……. Ini aku, Chantae, sadarlah” Chantae hanya bisa menangis, yang dia takuti akhirnya datang, saat tubuh Myungsoo menolak obat kemo terapi yang dijalaninya dan sekarang koma. Yoseob hanya bisa menatapnya sedih.
Tidak lama Myungsoo sadar, dan melihat Chantae bersama Yoseob di sampingnya, Myungsoo hanya merintih dan berkata, “Hey…yo-seob…t-to-long-jaga-Chantae. Jangan-biarkan-dia-sedih-buatlah-dia-bahagia…”
Yoseob pun menitikkan air mata juga dan berkata, “Iya, pasti, aku akan berjanji!”
“b-baik-lah……selamat-tinggal…” Myungsoo tersenyum dan…menghembuskan-nafas-terakhirnya dihadapan Chantae dan Yoseob.
Chantae menangis. Yoseob mencoba untuk membuatnya sabar. Yoseob memeluk Chantae dan…………(jengjeng mau tau? Mau tau pemirsa? Hanya di three-_-) men-ci-um-nya.

*1 tahun kemudian*
Chantae dan Yoseob mengunjungi makam Myungsoo. Chantae terduduk dan menitikkan air mata, “Myungsoo…ini aku datang, kau tidak perlu khawatir, Yoseob selalu menjagaku dan menyayangiku, begitupun aku, aku bahagia bersamanya, seperti yang kau inginkan. Dan kau masih tetap ada didalam hatiku seperti yang kau katakan, aku tak akan melupakanmu,” ucap Chantae tersenyum sambil menangis.
“Terimakasih Myungsoo, kau telah mengizinkanku untuk menjaga Chantae. Aku sangat menyayanginya, dan tentunya aku tidak akan menghianati amanatmu,” ucap Yoseob sambil tersenyum haru. “Semoga kau tenang disana.”
Chantae menaruh bunga di depan nisannya dan mengucapkan ‘terimakasih’ kepada Myungsoo yang sudah tenang dialam sana. “Selamat tinggal Myungsoo, aku menyayangimu sobat,” ucap Chantae sambil meneteskan air mata. Yoseob merangkulnya dan pergi. Mereka tahu Myungsoo juga bahagia dialam sana, karena melihat Chantae bahagia, walaupun tidak bersama Chantae, Myungsoo bahagia melihat Chantae bahagia bersama orang yang ia percaya akan membuat Chantae bahagia. Yang Yoseob.
Kini Chantae dan Yoseob harus memulai hidup barunya sebagai mahasiswa di Seoul International University, sebagai pasangan kekasih dan tanpa kehadiran Myungsoo.


THE END

Gimana? Maaf ya kalo gak seru u,u oke saya akan bikin ff lagi nanti~ papai~ terimakasih sudah membacaaa~ kalo ada yang mau komentar kritik ato saran tinggal mention aje di twitter saya @luluthsyhd gomaptaaaaa^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar